Senin, 20 Oktober 2008

Probolinggo Memilih


Pesta Demokrasi-nya masyarkat Kota Probolinggo dilaksanakan akhir bulan ini tepatnya tanggal 30 Oktober 2008. Tiga kandidat masing-masing pasangan Bayun-Retno (BR) dari jalur Independen, Buchori-Bandhyk (Budy) yang diusung dua partai besar yang memiliki kursi mayoritas di DPRD PDIP-Golkar dan juga didukung beberapa partai yang memiliki sedikit kursi di Dewan dan bahkan partai-partai kecil tanpa kursi, dan satu pasangan lagi Zulkifli pengusaha sukses Probolinggo yang menggaet Yusuf Zainal Qubro anggota Dewan dari PKB dan mereka menamakan dirinya KIBAR. Dalam Debat Pilwali yang disiarkan langsung disalah satu stasiun swasta nasional beberapa waktu lalu ketiganya menyampaikan misi yang kalau di tarik benang merahnya yaitu kesejahteraan masyarakat, namun sayangnya dari ketiganya tidak secara jelas memaparkan program-program dalam pencapaian misi tersebut. Yang cukup berani pasangan KIBAR yang menyatakan siap untuk tidak korupsi ketika salah satu panelis menanyakan perihal besarnya biaya kampanye mereka. Pasangan Budy dimana Buchori merupakan pejabat Incumbent Walikota Probolinggo dan Bandhyk yang mantan Sekda Kota menyatakan siap melanjutkan pembangunan Kota Probolinggo yang saat ini tengah gencar-gencarnya membangun kota kecil ini menuju kota tujuan investasi, memang terbukti dari hasil kerjanya selama ini cukup memuaskan bagi warga kota probolinggo terutama dari kalangan ekonomi menengah kebawah dan terlihat jelas perubahan pada dinamika sosial warga kota Probolinggo. Sebenarnya harapan besar tertuju pada calon dari kandidat Independen yang sejatinya mempunyai kartu as bahwasannya mereka tidak punya ikatan politik dari partai dan golongan manapun, sungguh disayangkan karena keberadaanya seakan cuma sebagai calon bayangan alias "pupuk bawang". Yang lebih disayangkan lagi tak satupun dari ketiganya mempunyai program reformasi birokrasi yang sejatinya sejalan dengan misi mereka dan visi menuju Probolinggo sebagai kota tujuan investasi.

Tidak ada komentar: