Salam Anti Korupsi.
Kawan, Seketika aku merenung sejenak sebenarnya pada hakikatnya dimana akar kesalahan pada masyarakat kita sehingga begitu merebaknya yang namanya "virus" korupsi dan bahkan sudah membudaya di negeri kita tercinta. Dan ternyata sampai saat ini aku belum bisa merumuskan jawaban dari satu pertanyaan mendasar ini.
Masyarakat anti korupsi selalu mendengung-dengungkan serta sudah menabuh genderang perang terhadap yang namanya korupsi. Ujung-ujungnya aku bingung sendiri saking membudayanya sampai kita selalu dihadapkan pada situasi yang menyudutkan dan sulitnya terbebas 100% untuk tidak nyerepet pada tindakan korupsi.
Salut dan angkat topi bagi rekan-rekan "whistle blower" yang dengan gagah beraninya mampu bertahan di lingkungan kerjanya ditengah kucilan dan tindakan diskriminasi dari pimpinannya namun tetap berani untuk menguak aksi korupsi di lingkungan kerjanya serta memegang teguh pada prinsip "SAY NO TO CORRUPT".
Aku pernah terlibat argumen panjang dan alot dengan teman dekat yang sayangnya masih pesimis pada aksi anti korupsi yang memang sulitnya setengah mati tapi saya mengatakan padanya bahwa hal itu memang sulit sekali bahkan angelnya minta ampun, akan tetapi bukan berarti menjadikan hal tersebut sebuah kemustahilan kalau kita berani memulai dari diri kita sendiri.
Di luar dari semua itu, aku hanya bisa melakukan aksi untuk tidak memberikan dan menerima sesuatu yang melebihi ketentuan yang ada sebagai tindak perlawanan terhadap korupsi. Bahkan hal terkecil ini pun begitu dahsyatnya tekanan yang aku terima.
Catatan:
Dari Kongres Transparansi Sedunia di Nusa Dua Bali;
Urutan Lembaga Terkorup di Indonesia : (3P)
1. Polisi
2. Parlemen
3. Peradilan
Wow…..kawan, ayo mulai menyebarkan slogan "SAY NO TO CORRUPT" sebagai "anti virus" CV (Corruption Virus).
Salam Anti Korupsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar